Thursday, July 2, 2020

Soda api jadi beku, Hati-hati! Jangan masukan soda api pada pipa air mampet

soda api membeku di dalam pipa paralon

Sebagai lelaki kita harus serba bisa, dari  benerin genteng sampai ngepel lantai.  Dan yang paling rutin saya lakukan adalah mencuci piring kotor. Jadi inget adegan sang Iron Man nyuci piring di malam hari, dalam  film Infinity Stone: End Game.   Maaf ngelantur.    Adakalanya saat asyik mencuci  ada masalah seperti  saluran air kotornya mampat.  Dan berkat adanya internet hal ini bisa dibereskan dengan cepat  dan murah. Dengan soda api yang kita dapat beli  di toko bahan bangunan atau toko kimia. Semua beres. Caranya , soda api yang biasanya dalam bentuk  kristal  dilarutkan dulu dengan air  di panci , di aduk dengan centong kayu  dan sesudah larut  dann terlihat mendidih  maka air soda api itu dituangkan ke lubang pembuangan air kotor . Pelan-pelan dan ekstra hati-hati.  Percikan airnya sangat berbahaya.  Pedih dan sakit dikulit jika terkena cipratannya. Bikin kapok gatalnya. Tunggu beberapa menit dan tada.. air yang mampat kembali lancar.

Namun seiring waktu, mampatnya saluran pembuangan air kotor ini masih terjadi.  Untuk yang kedua ini saya cukup masukan kristal-kristal soda api itu langsung  ke lubang pipa yang mampat dan kemudian disiram pelan-pelan. Air mendesih dan air yang mampetpun hilang. Alhamdulillah lancar. Wah bisa juga ternyata walau tidak dilarutkan dulu .

Dan kemarin ketika mampat terjadi lagi. Untuk kali ini saya masukan cukup banyak Kristal soda api kedalam lubang pembuangan air kotor itu,  kemudian dimasukan air dingin pelan-pelan,  dan sesuatu terjadi sesuatu .  Keluar asap kecil dan bau yang sangat menyengat. Sakit mata dan kulit jika berada didekatnya, sehingga terpaksa mundur danmelihat dari jauh. Setelah cukup lama baru ditengok.  Masih mampet,  kemudian dikorek-korek  pakai kawat besi  yang cukup panjang, dan terasa diujungnya seperti ada batu di dalam pipa. Biasanya ketika  di korek dalam-dalam  hanya terasa lorong pipa yang kosong, namun ini lain.  Wah jangan-jangan airnya mengeras pikirku. Harus dibongkar ini.

Besoknya ambil gergaji dan langsung potong pipanya. Hasilnya terlihat pipa mampet  oleh  benda  seperti  es batu,  ternyata soda apinya  mengeras,  kok bisa?

Soda api atau Natrium hidroksida  (NaOH) adalah sejenis logam basa kaustik.  Titik leburnya 318 derajat Celcius. Sifatnya korosif yang artinya membuat hancur benda lain ketika tersentuh, sehingga sering sekali digunakan untuk melancarkan saluran air yang tersumbat. Namun perlu diingat soda api hanya untuk menghancurkan lemak dan sampah yang kecil seperti sisa makanan. Sebagian besar saluran wastafel tersumbat disebabkan benda-benda yang tidak sengaja terbuang. Jikapun memakai saringan, maka lemak-lemak makanan masih  bisa lolos dan menimbun di dasar pipa yang akhirnya dapat  menyumbat pipa.

Jika ada sendok ataupun plastic yang masuk ke saluran air kotor, jangan pernah menggunakan soda api. karena akan mubazir. Buang waktu dan tenaga saja. Sampah tidak akan hancur malah bisa-bisa saluran air menjadi mampet . Karena kita biasanya suka coba-coba. Kalau satu gelas gagal, kenapa tidak dicoba satu ember . Dan ketika percobaan kita gagal akibatnya fatal. Soda air plus air seember malah jadi es batu sepanjang pipa air. Bukan es batu sembarangan, tapi soda air yang membatu, yang jika dipegang akan melukai jari dan tangan kita. Berada di dekatnya saja langsung terasa pedihnya.
Mengapa bisa membatu? Kesalahan saya adalah menggelontorkan soda api terlalu banyak. Satu kilo sudah terlalu banyak, apalagi ini tidak dilarutkan dulu . Ketika soda api dalam bentuk Kristal, konsentrasi nya terlalu jenuh sehingga ketika disiram air maka kristalnya melebur dan mengeras dengan cepat. Otomatis saluran air mampat total karena larutan soda apinya jadi batu.  Akibatnya pipa air kotoran harus dibongkar. Karena kita tidak tahu ujung soda api itu.

anti mampet, salah satu contoh produk soda api cair yang beredar luas

Memang di toko kimia ada dijual HCL dengan konsentrasi 30% yang bisa menghancurkan soda api yang membatu. Namun kemungkinan pipa paralon meleleh  bisa terjadi akibat panas yang ditimbulkan oleh hancurnya soda api. Sekali lagi, hati-hati dengan soda api,  apapun bentuknya cair, gas, Kristal ataupun  batu sifat aslinya yang korosif akan siap membakar kulit kita. Untuk sementara saya menyerah  dulu soal cuci mencuci piring ini. Saat ini soda api dijual ada yang  bentuknya kristal-kristal kecil dibungkus dalam plastik  transparan. Ada juga yang dijual dalam bentuk cair di dalam botol ukuran sedang, biasanya diberi judul anti sumbat.

Read More..

Tuesday, June 23, 2020

Gerbong Maut Bondowosa versi Belanda, tidak sengaja

Tiga gerbong kereta api tanpa jendela dan ventilasi berisi 100 orang pejuang Indonesia dibawa dari Bondowoso ke Surabaya di siang hari yang panas.

Hari itu Minggu 23 November 1947, sejumlah marinir di Bondowoso akan naik kereta untuk melakukan perjalanan ke Surabaya dan dari sana langsung ke Belanda dengan kapal. Namun, kejutan besar menunggu mereka .

Komandan Batalyon Infanteri Kedua, Letnan Kolonel Marinir H.A.G. van der Hardt Aberson, telah memimpin sebuah pertemuan di mana keputusan diambil untuk mengangkut 100 tahanan ke Surabaya untuk penahanan lebih lanjut.  Menggunakan  kereta api. Komandan menyerahkan tugas  ini kepada bawahannya. Diputuskan bahwa tiga gerbong barang akan digunakan untuk transportasi, yang akan digabungkan di Bondowoso ke kereta jurusan ke Surabaya.

Sub-komandan tidak menunjuk seorang komandan transportasi, atau personil keamanan, tetapi merekrut  marinir yang mau pulang. Seorang penulis utama sersan adalah pangkat tertinggi dan diangkat sebagai komandan transportasi. Pria itu tidak pernah terlibat dalam kegiatan operasional apa pun, karena selalu dibelakang meja.

Komandan menambahkan: "Sebelum perjalanan pulang Anda, tolong bantu saya, saya punya cangkir kotor untuk Anda.  Tiga gerbong dengan seratus tahanan, yang harus dibawa ke Surabaya. Di Surabaya orang siap untuk mengambil alih para tahanan ini ”.
Mereka juga diminta untuk menutup pintu gerbong, mencegah tahanan  untuk melarikan diri dan diingatkan bahwa penduduk tidak diizinkan untuk berada di dekat gerbong di stasiun nantinya.


Apa yang salah?

Itu bukan transportasi pertama dengan tahanan. 53 transportasi sudah dilakukan di Jawa Timur, dengan sekitar 3.000 tahanan diangkut tanpa insiden.  Anehnya,  pada transportasi  tahanan  sehari sebelumnya,  empat orang tewas. Ketika hal ini diperhatikan, Susana didalam sangat panas. KemudianpPintu dibuka dan minuman serta makanan disediakan . Sayangnya hal ini tidak dikomunikasikan pada pemimpin transportasi tanggal  23 November 1947. Sang mariner  tidak tahu apa-apa dan tidak beritahu kejadian sehari sebelumnya.  Apalagi  dia takut jika tahanan melarikan diri, bisa gagal mudik ke Belanda.

 Hari itu sangat panaas, sekitar empat derajat lebih banyak dari biasanya. Gerbong barang tidak dilengkapi untuk transportasi penumpang. Sebuah gerbong yang tidak terlalu besar, berisi 38 tahanan, memiliki atap baja, nyaris tanpa celah dan membuatnya  jadi  oven roti yang menyala. Semua dikukus didalamnya.
Perjalanan berlangsung 13 jam. Berhenti  di beberapa stasiun selama satu jam. Ketika kereta pergi, para pengawal mendengar para tahanan berbicara dan asap keluar dari celah. mereka pikir tahanan sedang merokok.. Tetapi ada yang menggedor-gedor pintu, berteriak minta air, dan berteriak macam-macam. Namun, para pengawal terus menutup pintu. Tidak peduli sama sekali.

Ketika kereta tiba di tujuan akhir, stasiun Wonokromo Surabaya. pengawas transportasi menemukan bahwa  di gerbong pertama semua tahanan selamat, di gerbong kedua  delapan tewas dan dari gerbong ketiga semuanya tewas 38 tahanan.  Dari total 100 tahanan, 46 tidak selamat.
Polisi Militer dipanggil. Marinir, yang mengurus transportasi, di tahan.
Komandan menginterogasi sepuluh orang yang selamat dari para tahanan. Di antara mereka yang selamat adalah orang-orang berpendidikan tinggi, yang berbicara cukup bahasa Belanda. Sejumlah tahanan dilaporkan dalam bahasa Melayu interogasi dengan bantuan penerjemah.
Gerbong maut yang tersisa di simpan di museum Brawijaya Malang

Enam marinir juga diinterogasi, termasuk sersan mayor. Baik tahanan dan penjaga memiliki cerita yang sama. Dewan Bela Diri Angkatan Laut di Hindia Timur pada bulan Juli 1948 sangat lunak dalam penilaiannya. Tidak ada niat jahat pada bencana itu. Sersan mayor, yang bertanggung jawab, dijatuhi hukuman satu bulan penjara. Kematian 46 tahanan tidak disengaja .
Pihak pengurus tahanan yang bertanggung jawab atas buruknya kondisi gerbong dan transportasi dijatuhi hukuman delapan bulan penjara, sersan mayor diberi 4,5 bulan.
Komandan Batalyon Infanteri Kedua, Letnan Kolonel H.A.G. van der Hardt Aberson tidak terkait, dia tidak mengganggu transportasi dan menyerahkannya kepada bawahannya.

Tanggapan di dalam dan luar negeri
Peristiwa Bondowoso memicu banyak reaksi, baik di dalam maupun luar negeri. Di Belanda, pertanyaan diajukan di House of Representative, yang dijawab oleh Menteri Wilayah saat itu, Jonkman. Dia menyembunyikan fakta bahwa sehari sebelumnya, empat orang sudah meninggal gara-gara gerbong yang panas.

Pada 23 November 1947, saya kembali pada malam hari ke Surabaya. Saya diberitahu oleh teman kerja bahwa sesuatu yang serius telah terjadi di stasiun di Surabaya. Wakil dari MP sudah pergi dan. Saya bisa bergabung kesana, jadi saya segera mencari gelang dan helm MP saya. Pemandangan setibanya di stasiun sangat mencengangkan. Itu malam itu dan stasiun remang-remang. Sejumlah gerbong berdiri di trek. Di peron, 54 tahanan duduk berbaris di tanah, benar-benar kuyu. Tidak jauh dari itu terbujur  46 orang mayat. Semuanya penduduk biasa yang  kurus  mengenakan pakaian kecil.   Seluruhnya mengingatkan saya pada gambar-gambar dari kamp konsentrasi pada Perang Dunia II. Terlebih lagi ketika sebuah truk tentara tiba, kemudian beberapa orang yang selamat  itu menumpukan temannya yang mati kedalam truk untuk diangkut ke tempat yang telah ditentukan. Yang selamat itu 12 orang sakit parah, 30 lemas tidak berdaya, hanya 12 orang yang terlihat sehat.


Artikel ini awalnya muncul di blog Pierre Swillens, 21 Maret 2013.

Read More..

Friday, June 12, 2020

GEPREK BENSU cerita plankton yang sukses mencuri formula rahasia tuan crab


Nongkrong di depan layar televisi setiap hari dengan menu utama spongebob ternyata tidak terlalu membosankan. Jeritan spongbob yang ceria,  tuan Crab yang selalu bersemangat dan penuh ide. Plankton tokoh jahat yang selalu gagal mencuri formula rahasia Crabby Patty. Namun itu di layar kaca. Dalam kenyataannya ternyata sang plankton  perkasa. Dia mampu membuat tuan Crab sengsara, akibat formula rahasianya berhasil dicuri plankton.

Awalnya adalah Ruben Onsu menggugat pemilik usaha kuliner I am Geprek Bensu Sedep Benerrr agar tidak menggunakan merek dagang Geprek Bensu. Usaha yang sedang mulai  digelutinya sejak tahun 2017.  Usaha yang sedang maju dan untung dimana-mana. Banyak cabangnya, banyak pengunjungnya. Membuatnya kayaraya dan makmur lohjinawi. Ada yang bertanya bagaimana awalnya dia berbisnis itu, darimana dia belajar? Siapa mentornya. Karena suatu bisnis biasanya tidak mungkin ujug-ujug besar. Tiba-tiba bersinar. Siapa penemu formula rahasia ayam gepreknya. Karena selama kamu masih hidup di bumi semua ada prosesnya. Terutama bisnis.

Namun ternyata misteri itu terbuka. Keadilan itu nyata, Setelah munculnya keputusan dari pengadilan ,  surat putusan bernomor 57/pdt.Sus-merek/2019/PN niaga JktPst.  Kemudian diperkuat putusan MA Tanggal 20 MEI 2020. Yang point utamanya adalah:  Menolak semua gugatan Ruben Onsu. Karena kenyataan berdasarkan bukti-bukti yang kuat di pengadilan membuktikan bahwa  Ruben Onsu mendaftarkan merek dagangnya  tanggal 8 agustus 2017, sedangkan Benny Sujono mendaftarkan tanggal 3 Mei 2017  dengan Merek dan Logo yang tidak jauh beda. Beda 4 bulan.     Kebenaran itu menyakitkan,  Plankton kalah cepat. 

Bagaimana ceritanya kok bisa begitu.  Dalam putusan MK ternyata dijelaskan bagaimana hal itu terjadi.

Ceritanya 3 orang bikin kongsi bisnis yaitu Yangcent, Kurniawan, Stefani Livinus. Nama usahanya PT. AYAM GEPREK BENSU SEDEP BENERRR. Nama Bensu adalah  akronim dari nama ayah Yangcent yang member ide dasar dan saran untuk sebuah bisnis kuliner. Benny Sujono.
Nah dalam usahanya mereka merekrut Jordi Onsu, adiknya Ruben Onsu untuk bertugas sebagai manager operasional. Tugasnya sebagai pengelola bisnis makanan. Dan bisnis ini berkembang, sampai punya 10 cabang. Kemudian Ruben Onsu diangkat sebagai duta bisnis ini, dibayar tentunya. Semuanya berjalan seperti biasa sampai di bulan ke-4 Ruben Onsu , di bulan agustus mendirikan bisnisnya sendiri dengan merek dagang Geprek Bensu. Tanpa tulisan I am. Namun  Logo merek dagangnya serupa.

Kok bisa begitu?  Kisah ini jadi mirip cerita epic tuan Crab dan Plankton yang berkelahi dalam bisnis kuliner.  Plankton yang tidak bisa bisnis selalu berusaha mendapatkan formula rahasia bisnis tuan Crab. Namun tiba-tiba jadi ahli dalam bisnis kuliner dan berhasil. Kok bisa? Itu adalah pertanyaan wajar. Tidak mungkin plankton hanya bersama Karen istrinya bisa sukses mengalahkan tuan Crab.  Pasti ada bantuan orang dalam. Siapa yang jadi spongebobnya ? siapa yang jadi Squidwardnya?
Ternyata, Jordi Onsu yang bertugas sebagai manager operasional memasukan karyawannya untuk dipekerjakan di dapur sebagai quality control. Dan sudah pasti punya banyak  waktu  untuk mendapatkan formula rahasia tuan Crab. Termasuk cara masak dan bagaimana bisnis kuliner itu berjalan.


Juli 2017 karyawannya dia tarik  lagi,  Agustus 2017 jenjreng… selamat datang di “Ayam Geprek Bensu”.  Teganya pada tanggal 31 Agustus 2017 menggugat merek Bensu ke pengadilan dan mengklaim bahwa itu merek milik dia. Nakal kamu plankton. Rahasianya kamu curi mereknya juga kamu akui pula.

Menyedihkan sekali.  Jegal teman seiring. Menggunting dalam lipatan. Disangka teman padahal menusuk dari belakang. Namun bisnis adalah soal uang. Dalam urusan uang tidak kenal saudara atau teman. Ide bisnis mungkin sama, namun formula rahasia adalah kuncinya.
Dan sekarang semuanya jelas. Merek Bensu kembali kepada yang punya. Keadilan sudah ditegakan. Mungkin kamu  kaya dan makmur namun itu hasil dari menjegal teman. Malu.

Read More..

Friday, July 12, 2019

Membunuh Pasar Tradisional




Pasar di bekasi yang megah besar dan bersih namun sepi. akibat tidak ada pembeli.
Sabtu siang mampir ke pasar tradisional di samping pasar burung pramuka Jakarta Timur. Suasana panas dan berdebu adalah hal yang biasa untuk kota Jakarta yang hiruk pikuk. Ramainya pasar burung dengan kandang dan jeritan burung burung dalam kandang berbanding terbalik dengan sepinya kunjungan pembeli dan turis mancanegara yang semasa jayanya dulu kerap mengunjungi pasar ini.

Para penjual dan pedagang sibuk dengan gadgednya, main fb , ig dan mobile legend. Beberapa orang ada yang aktif dengan bukalapak dan tokopedia. Tehnologi dan informasi sudah masuk sampai ke jantung perekonomian maasyarakat. Sudah menjadi kewajiban dan keharusan agar bertahan hidup dalam berdagang.

Namun itu tidak semua pedagang bisa seperti itu. Ada mba Ira penjual jamu yang beralih dagang sayuran. Gigi depannya tinggal 1 karena rontok dimakan usia. Upi, Uni dan bu Joyo dan masih beberapa lagi yang tersisa dari pasar yang hampir mati ini hanya bisa bertahan dalam diam. Mereka yang sepuh dan merasa tua hanya duduk melamun sambil menggenggam Koran usang yang sudah berulangkali dibacanya. Berkomentar tentang betapa sepinya penjualan dan makin minimya pendapatan yang dihasilkan sepanjang hari ini. Keluhan mereka jelas , bagaimana membayar sewa bulanan kios yang ditagihkan setiap bulannya dalam rekening bank yang akan ditarik secara otomatis oleh PD.PASAR JAYA. Jika rekening kosong maka siap-siap akan datang surat tagihan beserta ancaman untuk di segel kiosnya.

Ahok memperkenalkan system penagihan otomatis seperti ini. Memang akan kita temukan banyak keuntungan system penagihan harian pasar ini. Irit dan efisien. Menghilangkan banyak tenaga tukang tagih yang akan menagih uang keamanan dan kebersihan yang biasanya berjalan 2 kali. Pagi dan sore. Tidak aka nada lagi kebocoran akibat uang yang tidak disetor dan lain-lain.
Namun bagi para pedagang hal ini adalah mesin pembunuh usaha mereka. Dagangan tidak laku namun tagihan harian harus dibayar full. Jualan mau laku atau tidak maka kamu harus bayar sewa. Dagang mau cuman buka sehari dalam sebulan maka kamu harus bayar karcis full sebulan. Hal yang sangat berbeda dengan masa-masa sebelum dia berkuasa. Yang pembayaran karcis pasar hanya berdasarkan dagang atau tidak saja. Kamu dagang 5 hari berarti cukup bayar karcis pasar 5 hari. Simple dan murah. Semua bahagia dan pasarpun tetap hidup walaupun jarang ada yang beli. Karena pedagang akan datang dan pergi sesuai dagangannya juga. Berbeda sangat jauh dengan kebijaksanaan sekarang ini.  Dan karenanya ahok sangat dibenci para pedagang di pasar-pasar tradisional. Sad but true.
menikmati hari-hari akhir para pedagang tua. dunia maya membuat pembeli enggan ke pasar.

Saat ini satu demi satu pedagang mulai membeli rumah dan tanah di depan pasar tradional. Dan mulai memindahkan barang dagangannya ke toko dan kios baru mereka diluar pasar.  Bagi yang tidak dapat tempat maka mereka berdagang di halaman parkir dan sepanjang jalanan sekitar paar karena tidak sanggup membayar sewa kios. Dan yang bertahan di kios saat ini pusing sepuluh keliling memikirkan masa depannya. Apakah akan tetap dagang atau pindah dagangnya. Atau pilihan terakhir menjual kios pasar.

 Maka tidak heran jika kita ke pasar tradisional yang akan kita temui orang-orang yang sedang melamun sambil terkantuk-kantuk menunggu pembeli yang tak kunjung datang. Jikapun ramai maka hanya pedagang yang diluar gedung ataupun pasar. Yang saat ini dengan adanya gubernur Anies mereka tidak dikejar ataupun diusir-usir. Bahagia warganya kaya pedagangnya sedikit terwujud bagi para pedagang kecil yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman.
Akhirnya sekarang kita bertanya.. Pasar yang megah dan kinclong itu buat siapa? Buat pedagang kaya pastinya. Karenanya pasar tradisional Puri Indah makin Berjaya, sedangkan pasar tradisional cempaka putih kembang kempis.. kejadian ini tidak terjadi di Jakarta saja, bahkan di bekasi dan Madiun .  Pasar tradisional sepertinya setengahnya sudah mati dan arwahnya berpindah ke alam jin, dunia maya.  
Read More..