Showing posts with label Jakarta sore hari. Show all posts
Showing posts with label Jakarta sore hari. Show all posts

Thursday, January 13, 2011

Bukan Hamil tetapi penyakit Perut Membesar

Jika hamil itu anugrah buat ibu yang tinggal di wilayah bukit duri tebet, jakarta Selatan. Setelah 8 tahun perkawinanya, belum juga di karuniai anak. Ketika perutnya membesar dia pun bersyukur. Namun siapa sangka perut yang disangkanya hamil ini isinya hanya air.

Sudah 2 tahun perut ini terus membesar. Tidak kebayang sakitnya, apalagi jika sedang makan atau bangun tidur. Sebetulnya dia sudah ke dokter untuk mengetahui penyakitnya, namun hanya sekali.

Karena takut dengan biaya operasi yang sudah pasti mahal.

Banyak tetangga dan sanak keluarganya yang lain menyuruhnya untuk berobat dan menghilangkan penyakitnya itu. Namun ibu ini tetap tidak mau. Pernah sehari dibawa lagi ke rumah sakit.. namun setelah diperiksa langsung pulang dan tidak mau meneruskan pengobatannya. Bujuk rayu tidak mempan.

Alasannya Cuma satu.. Takut biaya yang sudah pasti mahal.

Ini lah potret masyarakat miskin kota Jakarta..
Menahan pedih dengan ketawa, menyembuhkan penyakit dengan bersabar dan berdoa..
Dan kami tetangganya Cuma tersenyum pahit.

Ketika gayus bikin paspor 200 juta untuk jalan jalan.. masyarakat kecil mengumpulkan recehan untuk makan.

Sakit bisa ditahan. Perut lapar apa dimakan.

Semoga penyakitnya ini hilang. Entah dengan apa.
Read More..

Sunday, November 14, 2010

Bazzar di jalan protokol Tebet

Sudah saatnya pemerintah DKI Jakarta Mulai menata ulang acara acrayang menggunakan jalan umum, terutama di jalan protokol. Seperti yang diadakan di jalan Casablanca selama 2 hari 2 malam.

Bazar yang diadakan di jalan Casablanca tepatnya di pintu Stasiun Kereta api Tebet sampai Sekolah SMP Negeri 115 tanggal 13-14 November kemarin benar-benar memuakkan. Cuma untung buat segelintir orang, nyiksanya kebangetan.

Saya sampai harus jalan kaki dari Kampung melayu sampai SMP Negeri 115 karena tidak ada angkutan kota yang mau lewat situ. Belum lagi ketika akan menuju Tebet Raya ternyata jalur dibawah jalan layang ditutup sehingga kami harus ke Kampung melayu dulu untuk ambil jalan agar bisa ke seberang. Jika kampung melayu tidak macet sih masih mendingan, ini hari sabtu dan minggu sudah pasti penuh kendaraan dan macet karena semua kendaraan berputar disitu ketika akan ke tebet raya.

Siapa pun yang memberi izin pengadaan acara di tempat itu harus bertanggung jawab. Kerugian yang dialami oleh orang-orang seperti kami sama dengan dicopet di jalan. Jangan karena untung buat beberapa orang jadi sengsara banyak orang.

Itu kan jalan protokol. Jalan Utama. Pegel tau...
Read More..

Sunday, November 7, 2010

Trotoar di Jalan Bungur Tumbuh pohon



Trotoar di Jalan Bungur Tumbuh pohon dan harus dilestarikan, karena itu maka diberi pagar supaya aman dari pejalan kaki.

Jakarta sejak kebanjiran lalu mulai bebenah, trotoar mulai dirapihkan, got dan selokan mulai dibersihkan dari sampah dan kotoran lainnya.

Namun, ketika semua sudah beres dan rapih, trotoar ini untuk siapa? Di jalan Bungur Besar jakarta pusat, dekat pertigaan Kepu selatan. tidak jauh dari kantor kelurahan senen juga dekat kantor camat kecamatan senen, terlihat trotoar yang baru dibangun rapi, baru selesai direnovasi bukannya untuk pejalan kaki tapi malah dipagari dan ditanami potpot tanaman hias untuk jualan.


Tidak ada tempat buat pejalan kaki. Memang benar tempat ini sepi dan jarang ada yang lewat tapi jika ada kecelakaan seperti motor yang menabrak pejalan kaki sudah pasti yang celaka pejalan kaki atuh..

Mungkin yang punya tempat berfikir pohon di Trotoar Jalan Bungur harus dilestarikan, maka harus diberi pagar supaya aman dari pejalan kaki.

Kumaha eta tah..?
Read More..